Seorang suami dengan langkah ringan pulang menuju ke rumahnya, banyak pekerjaan menumpuk telah diselesaikan dan ada rizki lebih dari jalan yang halal hari ini, bayangan akan cerianya senyum cantik istrinya dan anak-anaknya selalu terbayang dalam perjalanan pulang, sesekali dia melirik hadiah yang telah disiapkannya untuk anak dan istri di rumah. Sesampainya di rumah, diketuknya pintu rumah, “Assalamu’alaikum!”, di balik sana telah bersiap istrinya untuk membukaan pintu, “Wa’alaikumussalam!” balas sang istri, dengan senyum terkembang sang suami masuk ke dalam rumah, seperti biasa sang suami mengecup kening istrinya tanda cinta. Tapi tunggu! Ada bau apek yang terasa sekali di hidungnya... bau rambut yang kurang nyaman...
Suasana bahagia bisa jadi berubah drastis menjadi suram hanya karena hal-hal kecil yang kurang diperhatikan oleh sebagian istri, rambut yang sering ditutupi hijab memang berpeluang banyak berkeringat dan menimbulkan bau yang kurang sedap, apalagi tadi setelah menjemur baju diluar dan sang istri mengenakan hijabnya pada saat menjemur pakaian terkena langsung sinar matahari, sehingga bau rambut di balik hijab yang terpanggang matahari ditambah keringat yang berlebih menjadi kombinasi yang tepat untuk peluang bau tidak sedap bermunculan...
Ketahuilah wahai saudariku muslimah! Sesungguhnya dianjurkan bagi seorang wanita untuk memperhatikan rambutnya, dengan cara menyisirnya, meminyakinya, mencucinya dan yang semisalnya agar ia tampak indah bak bunga yang mekar bersemi di hadapan suaminya. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa menyenangkan hati suami adalah tuntutan agama yang harus ditunaikan seorang istri, bagaimanapun repotnya, apapun alasannya, tidak layak bagi seorang istri berpenampilan yang tidak menyenangkan suaminya..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ia adalah wanita yang taat ketika diperintah (oleh suaminya), yang menyenangkan ketika melihatnya...” [HR. An-Nasaa-i (VI/68) dengan sanad yang shahih].
Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang para shahabatnya jika kembali dari perjalanan jauh untuk langsung menemui istrinya pada malam hari, agar sang suami tidak melihat istrinya dalam keadaan yang tidak menyenangkan (dalam keadaan belum berhias atau belum memakai wewangian), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Tundalah dahulu! Sehingga kita masuk pada waktu malam agar wanita yang rambutnya acak-acakan bisa menyisir terlebih dahulu, dan wanita yang ditinggal pergi oleh suaminya bisa mencukur bulu kemaluannya terlebih dahulu.” [HR. Al-Bukhari (579), Muslim (715)]
Asy-Sya’itsah dalam hadits di atas maksudnya adalah wanita yang rambutnya acak-acakan dan penuh debu. Maksudnya adalah agar para suami yang meninggalkan istrinya dalam jangka waktu lama agar menahan diri dulu ketika pulang kerumah, dan hendaknya suami tidak pulang dengan mendadak tanpa pemberitahuan dahulu (pulang dengan kejutan), hendaknya suami memberikan pemberitahuan kepada istri kapan hari dan waktu kepulangannya. Hal demikian penting bagi istri agar dia mempersiapkan diri untuk berhias atau mencukur rambut kemaluannya dahulu agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap di hadpan suaminya.
Ketahuilah wahai wanita mukminah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa memiliki rambut, maka muliakanlah!” [HR. Abu Dawud (4163), dengan sanad yang hasan]
Maka saudariku muslimah, perlakukanlah rambutmu dengan baik sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketahuilah hukum-hukum dalam agamamu dengan baik meski itu pada masalah rambut sekalipun. Jika engkau hendak menyisir rambutmu maka sisirlah dari bagian kanan, sebagaimana hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha :
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senang memulai dengan sebelah kanan ketika memakai sandal, menyisir, bersuci dan di dalam semua keadaannya.” [HR. Al-Bukhari (426), Muslim (268)]
Karena itu janganlah engkau membiarkan dirimu selalu dalam kehinaan dan mendapatkan kedongkolan suami, muliakanlah dirimu dengan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena engkau tidak akan menjumpai sunnah-sunnah itu melainkan sebaik-baik petunjuk yang pernah engkau temui, agar rumah tanggamu selalu dalam kondisi bahagia dan sakinah! Janganlah engkau biarkan mahkota dan perhiasanmu tampil acak-acakan di hadapan suami, karena itu akan merusak pandangannya terhadapmu dan akan timbul rasa enggan suamimu terhadapmu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat rambut seseorang acak-acakan beliau bersabda :
“Tidakkah ia mendapatkan sesuatu yang dapat merapihkan rambutnya?” [HR. Abu Dawud (4062), dan An-Nasa-i (VIII/183), dengan sanad yang shahih]
Seorang wanita juga dilarang menggunakan al-Barukah yaitu semacam rambut sambungan /wig/sanggul. Diriwayatkan dari Asma’ radhiyallahu ‘anha : “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta untuk disambungkan rambutnya.” [HR. Al-Bukhari (5936), Muslim (2122)]
Al-Waashilah adalah wanita yang menyambungkan rambut seorang wanita dengan rambut yang lainnya, dan al-Mustaushilah adalah wanita yang minta disambungkan rambutnya dengan rambut yang lainnya. Masuk dalam masalah menyambung rambut inia adalah dengan mengenakan wig, sanggul (konde – yang banyak digunakan pada tanggal 21 April kemarin oleh kebanyakan wanita awam), atau juga dengan menyambung rambut di salon kecantikan di mana rambut seseorang bisa disambungkan dengan rambut orang lain sehingga terlihat dia memiliki rambut yang panjang dan asli.
Sebagaimana dijelaskan dalam riwayat yang lain dari Asma’ radhiyallahu ‘anha, bahwasanya seorang wanita datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata, “Sesungguhnya aku telah menikahkan anakku, kemudian ia tertimpa sakit hingga rambutnya rontok, sementara suaminya menganjurkanku untuk menyambungkan rambutnya, bolehkan aku menyambungkan rambutnya?” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela wanita yang menyambungkan rambutnya dan yang meminta agar disambungkan rambutnya.” [HR. Al-Bukhari (5935), Muslim (2122)]
Termasuk dalam hal memperhatikan rambut adalah tentang sunnah-sunnah fitrah, diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Fitrah itu ada lima, khitan, istihdaad, mencukur kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.” [HR. Al-Bukhari (5891), Muslim (257)]
Al-Istihdaad maknanya adalah menghilangkan bulu yang ada di sekitar kemaluan, dan dianjurkan juga bagi wanita agar menghilangkan bulu ketiak yang ada di sekitar kemalian secara rutin karena hal deikian adalah sunnah-sunnah fitrah yang disunnahkan. Termasuk makruh bagi seorang wanita (juga laki-laki) membiarkan hingga panjang bulu kemaluannya sehingga hal demikian bisa menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan sumber bau yang tidak sedap, yang dapat menjauhkan salah seorang dari pasangan suami istri. Karena itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan bimbingan agar tidak membiarkan rambut tersebut tidak dipotong (dicukur) selama lebih dari empat puluh malam.
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Kami diberi waktu untuk (memotong) kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur rambut kemaluan dengan tidak meninggalkannya lebih dari empat puluh malam.” [HR Muslim (258), Abu Dawud (420), at-Tirmidzi (2759), an-Nasa-i (I/15) dan Ibnu Majah (295)]
Oleh karena itu disunnahkan juga untuk rutin mencabut bulu ketiak agar tidak menimbulkan bertumpuknya kotoran dan bau tidak sedap ketika berkeringat atau terkena hawa panas, sehingga bau dari ketiak juga bisa mempengaruhi keindahan hubungan suami istri.
Namun ada yang dilarang dalam membersihkan rambut di sekitar area wajah secara mutlak, yakni An-Namsh, hal ini diharamkan untuk menghilangkan bulu bagian alis (menipiskannya), baik hal ini ditujukan untuk suami atau yang lainnya, dengan izin suami atau tidak. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang menghilangkan bulu alis atau orang yang meminta dihilangkan bulu alisnya. [HR. Al-Bukhari (5948), Muslim (2125)].
Namun sangat disayangkan sekali kebiasaan An-Namsh ini sangat banyak sekali dilakukan kaum wanita hanya untuk sekadar tampil cantik dan dikagumi kecantikan wajahnya, atau untuk tampil terlihat lebih muda di hadapan masyarakat. Atau bagi pasangan pengantin baru ketika dirias saat akan didudukkan di pelaminan maka bulu alisnya akan dicukur dan diganti dengan lukisan, naudzu billahi min dzaalik. Semoga kalian semua wahai saudariku muslimah memperhatikan rambut yang ada pada diri kalian, serta pahamilah hukum-hukum tentang rambut itu.
Wallahu a’lam bish showab
Oleh : Andi Abu Najwa
Senin, 26 April 2010
RUKUN PENYEMBUHAN Bagikan
Rukun Penyembuhan Herba akan berkhasiat apabila pengamalannya memenuhi semua rukun-rukun yang ditentukan. Rukun-rukun herba diambil dari kisah seseorang yang meminta obat kepada Rasulallah saw. untuk menyembuhkan sakit perut. Kemudian Rasulullah memberikan madu. Setelah madu itu diminum ternyata tidak sembuh bahkan semakin parah. Kemudian diulanginya sampai empat kali. Baru pada kali keempat orang sakit tersebut sembuh.
Dengan demikian orang yang sakit perlu dibimbing agar memenuhi semua rukun penyembuhan sehingga mendapatkan khasiat paling optimal dari herba yang dikonsumsi.
Rukun penyembuhan ada 4, yaitu:
Tawakkal dan Keyakinan, tanpa ragu-ragu
Amalan yang terus menerus (istiqomah)
Berlaku tanda penyembuhan (direction of cure - DOC)
Dosis yang mencukupi
Keyakinan
Keyakinan merupakan pintu penyembuhan yang perlu dibuka terlebih dahulu. Keyakinan akan membangkitkan tenaga dalam yang amat penting untuk membantu mengembalikan sistem imunitas tubuh. Menggunakan herba dalam keadaan tidak yakin akan menjadi usaha yang sia-sia.
Simpul kedua yang harus dibuka adalah mengarahkan rasa cemas dan takut hanya kepada Allah. Selanjutnya simpul ketiga adalah mengembangkan sikap sabar atas ujian yang diberikan Allah swt.
Amal yang Berterusan
Amalan yang berterusan artinya istiqomah dan sabar dalam menunggu herba melakukan perbaikan ke seluruh tubuh (total healing). Apabila kita menyadari bahwa sumber penyakit datang dari makanan sehari-hari yang mengandung racun, maka sudah seharusnya menggunakan herba secara rutin pula sehari-hari. Penyakit timbul setelah sekian lama gangguan organ tubuh terjadi. Begitu juga obat, perlu waktu untuk menjalankan proses pemulihan sel-sel yang rusak.
Munculnya Krisis Kesembuhan / DOC
Krisis kesembuhan adalah tanda-tanda yang menunjukkan herba sedang bekerja yang dikenal dengan Direction od Cure (DOC). Di antara tanda-tanda DOC adalah sebagai berikut:
Bertambah keluar penyakit. Sering dijumpai seseorang menggunakan herba tampak semakin banyak penyakit keluar seperti pada perempuan yang keputihan, jerawat, dan lain-lain.
Berpindah penyakit dari bagian tertentu ke bagian yang lain. Misalnya pada penderita asma setelah menggunakan herba menunjukkan gatal-gatal di kulit.
Terasa sakit di bagian pinggang dan telapak kaki. Sistem syaraf mempengaruhi keadaan ini, di mana rasa sakit seolah-olah berpindah ke bawah terutama di sekitar pinggang atau langsung ke telapak kaki. Telapak kaki berhubungan dengan refleksi bagi perawatan seluruh tubuh.
Mengulangi sejarah sakit. Pengulangan gejala yang tidak disadari telah terjadi di suatu masa dahulu.
Dosis yang Mencukupi
Penggunaan herba yang tepat adalah yang disesuaikan dengan berat badan orang yang bersangkutan. Dalam hal ini perbandingannya adalah 10 kg : 1 gr. Artinya setiap 10 kg berat badan, obat yang harus dikonsumsi adalah 1 gram setiap harinya. Hal ini termasuk semua herba yang disinergikan.
Jangan Lupa Bersedekah
Karena bersedekah ternyata memiliki kekuatan ajaib untuk menyembuhkan berbagai penyakit, dan sesuai Sabda Rosulullah S.A.W " Obatilah orang yang sakit diantara kalian dengan sedekah" ( H.R. Baihaqi) .
Selamat Mencoba & Semoga Lekas Sembuh
Dengan demikian orang yang sakit perlu dibimbing agar memenuhi semua rukun penyembuhan sehingga mendapatkan khasiat paling optimal dari herba yang dikonsumsi.
Rukun penyembuhan ada 4, yaitu:
Tawakkal dan Keyakinan, tanpa ragu-ragu
Amalan yang terus menerus (istiqomah)
Berlaku tanda penyembuhan (direction of cure - DOC)
Dosis yang mencukupi
Keyakinan
Keyakinan merupakan pintu penyembuhan yang perlu dibuka terlebih dahulu. Keyakinan akan membangkitkan tenaga dalam yang amat penting untuk membantu mengembalikan sistem imunitas tubuh. Menggunakan herba dalam keadaan tidak yakin akan menjadi usaha yang sia-sia.
Simpul kedua yang harus dibuka adalah mengarahkan rasa cemas dan takut hanya kepada Allah. Selanjutnya simpul ketiga adalah mengembangkan sikap sabar atas ujian yang diberikan Allah swt.
Amal yang Berterusan
Amalan yang berterusan artinya istiqomah dan sabar dalam menunggu herba melakukan perbaikan ke seluruh tubuh (total healing). Apabila kita menyadari bahwa sumber penyakit datang dari makanan sehari-hari yang mengandung racun, maka sudah seharusnya menggunakan herba secara rutin pula sehari-hari. Penyakit timbul setelah sekian lama gangguan organ tubuh terjadi. Begitu juga obat, perlu waktu untuk menjalankan proses pemulihan sel-sel yang rusak.
Munculnya Krisis Kesembuhan / DOC
Krisis kesembuhan adalah tanda-tanda yang menunjukkan herba sedang bekerja yang dikenal dengan Direction od Cure (DOC). Di antara tanda-tanda DOC adalah sebagai berikut:
Bertambah keluar penyakit. Sering dijumpai seseorang menggunakan herba tampak semakin banyak penyakit keluar seperti pada perempuan yang keputihan, jerawat, dan lain-lain.
Berpindah penyakit dari bagian tertentu ke bagian yang lain. Misalnya pada penderita asma setelah menggunakan herba menunjukkan gatal-gatal di kulit.
Terasa sakit di bagian pinggang dan telapak kaki. Sistem syaraf mempengaruhi keadaan ini, di mana rasa sakit seolah-olah berpindah ke bawah terutama di sekitar pinggang atau langsung ke telapak kaki. Telapak kaki berhubungan dengan refleksi bagi perawatan seluruh tubuh.
Mengulangi sejarah sakit. Pengulangan gejala yang tidak disadari telah terjadi di suatu masa dahulu.
Dosis yang Mencukupi
Penggunaan herba yang tepat adalah yang disesuaikan dengan berat badan orang yang bersangkutan. Dalam hal ini perbandingannya adalah 10 kg : 1 gr. Artinya setiap 10 kg berat badan, obat yang harus dikonsumsi adalah 1 gram setiap harinya. Hal ini termasuk semua herba yang disinergikan.
Jangan Lupa Bersedekah
Karena bersedekah ternyata memiliki kekuatan ajaib untuk menyembuhkan berbagai penyakit, dan sesuai Sabda Rosulullah S.A.W " Obatilah orang yang sakit diantara kalian dengan sedekah" ( H.R. Baihaqi) .
Selamat Mencoba & Semoga Lekas Sembuh
Alhamdulillah
Alhamdulillah
By: agussyafii
Setiap pagi hari menyambut datangnya matahari sambil menghirup udara segar, tak lupa mengucapkan syukur alhamdulillah atas semua karuniaNya, anak dan istri dalam keadaan sehat juga bisa bertegur sapa dengan teman-teman semua dan berdoa untuk anda sekeluarga semoga dalam keadaan sehat wal afiat.
Saya teringat satu hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah, 'Apabila Rasulullah melihat hal-hal yang menyenangkan, beliau mengucap 'Alhamdulillah, yang dengan nikmatNya amal kebaikan disempurnakan pahalanya.' Dan apabila melihat hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucap 'Alhamdulillah, atas segala hal yang terjadi.' (HR. Ibnu Majah).
Mengucap alhamdulillah atau kita mengenal dengan istilah tahmid pada dasarnya adalah sebuah kesadaran bahwa apapun yang terjadi, baik dan buruk yang kita jalani dalam hidup ini pada hakekatnya berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena itulah dengan mengucap alhamdulillah maka hati kita menjadi tenteram.
Dengan hati menjadi tenteram merupakan kunci pembuka karunia dan nikmat yang lebih besar dan banyak dari Allah daripada sekedar kenikmatan fisik semata. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam, 'Tidaklah Allah memberikan kenikmatan kepada hambaNYa lalu hambaNya mengucapkan alhamdulillah, melainkan apa yang Allah berikan itu jauh lebih baik daripada apa yang ia ambil. (HR. Ibnu Majah).
Itulah makna tahmid dalam kehidupan kita sehari-hari yang mampu memberikan motivasi kita agar tetap semangat bekerja keras dan berusaha dalam mengarungi bahtera kehidupan dengan amal kebaikan.
Wassalam,
agussyafii
--
Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Salam Amalia' (SALMA) Hari Ahad, Tanggal 9 Mei 2010 Di Rumah Amalia. Silahkan kirimkan dukungan dan partisipasi anda di http://www.facebook.com/agussyafii2 , atau http://agussyafii.blogspot.com/ , http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431.
By: agussyafii
Setiap pagi hari menyambut datangnya matahari sambil menghirup udara segar, tak lupa mengucapkan syukur alhamdulillah atas semua karuniaNya, anak dan istri dalam keadaan sehat juga bisa bertegur sapa dengan teman-teman semua dan berdoa untuk anda sekeluarga semoga dalam keadaan sehat wal afiat.
Saya teringat satu hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah, 'Apabila Rasulullah melihat hal-hal yang menyenangkan, beliau mengucap 'Alhamdulillah, yang dengan nikmatNya amal kebaikan disempurnakan pahalanya.' Dan apabila melihat hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucap 'Alhamdulillah, atas segala hal yang terjadi.' (HR. Ibnu Majah).
Mengucap alhamdulillah atau kita mengenal dengan istilah tahmid pada dasarnya adalah sebuah kesadaran bahwa apapun yang terjadi, baik dan buruk yang kita jalani dalam hidup ini pada hakekatnya berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena itulah dengan mengucap alhamdulillah maka hati kita menjadi tenteram.
Dengan hati menjadi tenteram merupakan kunci pembuka karunia dan nikmat yang lebih besar dan banyak dari Allah daripada sekedar kenikmatan fisik semata. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam, 'Tidaklah Allah memberikan kenikmatan kepada hambaNYa lalu hambaNya mengucapkan alhamdulillah, melainkan apa yang Allah berikan itu jauh lebih baik daripada apa yang ia ambil. (HR. Ibnu Majah).
Itulah makna tahmid dalam kehidupan kita sehari-hari yang mampu memberikan motivasi kita agar tetap semangat bekerja keras dan berusaha dalam mengarungi bahtera kehidupan dengan amal kebaikan.
Wassalam,
agussyafii
--
Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye program Kegiatan 'Salam Amalia' (SALMA) Hari Ahad, Tanggal 9 Mei 2010 Di Rumah Amalia. Silahkan kirimkan dukungan dan partisipasi anda di http://www.facebook.com/ag
¤~ C I N T A ~¤
cinta...
berbisiklah pada mereka yang sedang terlelap dalam kegelisahannya...
sentuhlah lembut hati dan rasa mereka dengan ketulusanmu...
rengkuh mereka dalam sayap-sayapmu yang menghangatkan...
hingga terhapuskan segala kesedihan dan keraguan yang ada....
cinta...
menyelinaplah dalam kegelapan yang ada pada setiap jiwa yang kesepian...
temani mereka dalam kegamangan dan keresahan kelamnya...
percikkanlah cahayamu pada sudut yang berdebu dalam ketakutan itu...
agar terbitlah terang pada hati setiap mereka yang inginkan kebahagiaan....
cinta....
andai saja aku mampu...
memeluk setiap mereka yang inginkan ketenangan pada hidupnya...
menghapus setiap tetes air mata yang harus mengalir...
dan mengobati perih yang ada pada jiwa yang terluka karna dunia ini....
cinta...
bunuhlah saja aku dalam cahayamu...
agar yang ada hanyalah terang dan kebahagiaan...
terjelmakan pada setiap senyuman yang menghiasi semesta ini...
cinta.....
mengalirlah merdu pada setiap nada kata yang terucapkan...
tarikanlah harmoninya kerinduan akan kelegaan hati...
bersama-sama....menyatukan setiap pertanyaan yang tak terjawabkan...
dalam cinta...dalam ketulusan..dalam kebijaksanaan....dalam kedewasaan.....
cinta...
inilah doa yang kukirimkan pada semesta....
setiap saatnya...!

berbisiklah pada mereka yang sedang terlelap dalam kegelisahannya...
sentuhlah lembut hati dan rasa mereka dengan ketulusanmu...
rengkuh mereka dalam sayap-sayapmu yang menghangatkan...
hingga terhapuskan segala kesedihan dan keraguan yang ada....
cinta...
menyelinaplah dalam kegelapan yang ada pada setiap jiwa yang kesepian...
temani mereka dalam kegamangan dan keresahan kelamnya...
percikkanlah cahayamu pada sudut yang berdebu dalam ketakutan itu...
agar terbitlah terang pada hati setiap mereka yang inginkan kebahagiaan....
cinta....
andai saja aku mampu...
memeluk setiap mereka yang inginkan ketenangan pada hidupnya...
menghapus setiap tetes air mata yang harus mengalir...
dan mengobati perih yang ada pada jiwa yang terluka karna dunia ini....
cinta...
bunuhlah saja aku dalam cahayamu...
agar yang ada hanyalah terang dan kebahagiaan...
terjelmakan pada setiap senyuman yang menghiasi semesta ini...
cinta.....
mengalirlah merdu pada setiap nada kata yang terucapkan...
tarikanlah harmoninya kerinduan akan kelegaan hati...
bersama-sama....menyatukan
dalam cinta...dalam ketulusan..dalam kebijaksanaan....dalam kedewasaan.....
cinta...
inilah doa yang kukirimkan pada semesta....
setiap saatnya...!

Rambut pembawa masalah!
Seorang suami dengan langkah ringan pulang menuju ke rumahnya, banyak pekerjaan menumpuk telah diselesaikan dan ada rizki lebih dari jalan yang halal hari ini, bayangan akan cerianya senyum cantik istrinya dan anak-anaknya selalu terbayang dalam perjalanan pulang, sesekali dia melirik hadiah yang telah disiapkannya untuk anak dan istri di rumah. Sesampainya di rumah, diketuknya pintu rumah, “Assalamu’alaikum!”, di balik sana telah bersiap istrinya untuk membukaan pintu, “Wa’alaikumussalam!” balas sang istri, dengan senyum terkembang sang suami masuk ke dalam rumah, seperti biasa sang suami mengecup kening istrinya tanda cinta. Tapi tunggu! Ada bau apek yang terasa sekali di hidungnya... bau rambut yang kurang nyaman...
Suasana bahagia bisa jadi berubah drastis menjadi suram hanya karena hal-hal kecil yang kurang diperhatikan oleh sebagian istri, rambut yang sering ditutupi hijab memang berpeluang banyak berkeringat dan menimbulkan bau yang kurang sedap, apalagi tadi setelah menjemur baju diluar dan sang istri mengenakan hijabnya pada saat menjemur pakaian terkena langsung sinar matahari, sehingga bau rambut di balik hijab yang terpanggang matahari ditambah keringat yang berlebih menjadi kombinasi yang tepat untuk peluang bau tidak sedap bermunculan...
Ketahuilah wahai saudariku muslimah! Sesungguhnya dianjurkan bagi seorang wanita untuk memperhatikan rambutnya, dengan cara menyisirnya, meminyakinya, mencucinya dan yang semisalnya agar ia tampak indah bak bunga yang mekar bersemi di hadapan suaminya. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa menyenangkan hati suami adalah tuntutan agama yang harus ditunaikan seorang istri, bagaimanapun repotnya, apapun alasannya, tidak layak bagi seorang istri berpenampilan yang tidak menyenangkan suaminya..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ia adalah wanita yang taat ketika diperintah (oleh suaminya), yang menyenangkan ketika melihatnya...” [HR. An-Nasaa-i (VI/68) dengan sanad yang shahih].
Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang para shahabatnya jika kembali dari perjalanan jauh untuk langsung menemui istrinya pada malam hari, agar sang suami tidak melihat istrinya dalam keadaan yang tidak menyenangkan (dalam keadaan belum berhias atau belum memakai wewangian), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Tundalah dahulu! Sehingga kita masuk pada waktu malam agar wanita yang rambutnya acak-acakan bisa menyisir terlebih dahulu, dan wanita yang ditinggal pergi oleh suaminya bisa mencukur bulu kemaluannya terlebih dahulu.” [HR. Al-Bukhari (579), Muslim (715)]
Asy-Sya’itsah dalam hadits di atas maksudnya adalah wanita yang rambutnya acak-acakan dan penuh debu. Maksudnya adalah agar para suami yang meninggalkan istrinya dalam jangka waktu lama agar menahan diri dulu ketika pulang kerumah, dan hendaknya suami tidak pulang dengan mendadak tanpa pemberitahuan dahulu (pulang dengan kejutan), hendaknya suami memberikan pemberitahuan kepada istri kapan hari dan waktu kepulangannya. Hal demikian penting bagi istri agar dia mempersiapkan diri untuk berhias atau mencukur rambut kemaluannya dahulu agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap di hadpan suaminya.
Ketahuilah wahai wanita mukminah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa memiliki rambut, maka muliakanlah!” [HR. Abu Dawud (4163), dengan sanad yang hasan]
Maka saudariku muslimah, perlakukanlah rambutmu dengan baik sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketahuilah hukum-hukum dalam agamamu dengan baik meski itu pada masalah rambut sekalipun. Jika engkau hendak menyisir rambutmu maka sisirlah dari bagian kanan, sebagaimana hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha :
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senang memulai dengan sebelah kanan ketika memakai sandal, menyisir, bersuci dan di dalam semua keadaannya.” [HR. Al-Bukhari (426), Muslim (268)]
Karena itu janganlah engkau membiarkan dirimu selalu dalam kehinaan dan mendapatkan kedongkolan suami, muliakanlah dirimu dengan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena engkau tidak akan menjumpai sunnah-sunnah itu melainkan sebaik-baik petunjuk yang pernah engkau temui, agar rumah tanggamu selalu dalam kondisi bahagia dan sakinah! Janganlah engkau biarkan mahkota dan perhiasanmu tampil acak-acakan di hadapan suami, karena itu akan merusak pandangannya terhadapmu dan akan timbul rasa enggan suamimu terhadapmu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat rambut seseorang acak-acakan beliau bersabda :
“Tidakkah ia mendapatkan sesuatu yang dapat merapihkan rambutnya?” [HR. Abu Dawud (4062), dan An-Nasa-i (VIII/183), dengan sanad yang shahih]
Seorang wanita juga dilarang menggunakan al-Barukah yaitu semacam rambut sambungan /wig/sanggul. Diriwayatkan dari Asma’ radhiyallahu ‘anha : “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta untuk disambungkan rambutnya.” [HR. Al-Bukhari (5936), Muslim (2122)]
Al-Waashilah adalah wanita yang menyambungkan rambut seorang wanita dengan rambut yang lainnya, dan al-Mustaushilah adalah wanita yang minta disambungkan rambutnya dengan rambut yang lainnya. Masuk dalam masalah menyambung rambut inia adalah dengan mengenakan wig, sanggul (konde – yang banyak digunakan pada tanggal 21 April kemarin oleh kebanyakan wanita awam), atau juga dengan menyambung rambut di salon kecantikan di mana rambut seseorang bisa disambungkan dengan rambut orang lain sehingga terlihat dia memiliki rambut yang panjang dan asli.
Sebagaimana dijelaskan dalam riwayat yang lain dari Asma’ radhiyallahu ‘anha, bahwasanya seorang wanita datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata, “Sesungguhnya aku telah menikahkan anakku, kemudian ia tertimpa sakit hingga rambutnya rontok, sementara suaminya menganjurkanku untuk menyambungkan rambutnya, bolehkan aku menyambungkan rambutnya?” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela wanita yang menyambungkan rambutnya dan yang meminta agar disambungkan rambutnya.” [HR. Al-Bukhari (5935), Muslim (2122)]
Termasuk dalam hal memperhatikan rambut adalah tentang sunnah-sunnah fitrah, diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Fitrah itu ada lima, khitan, istihdaad, mencukur kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.” [HR. Al-Bukhari (5891), Muslim (257)]
Al-Istihdaad maknanya adalah menghilangkan bulu yang ada di sekitar kemaluan, dan dianjurkan juga bagi wanita agar menghilangkan bulu ketiak yang ada di sekitar kemalian secara rutin karena hal deikian adalah sunnah-sunnah fitrah yang disunnahkan. Termasuk makruh bagi seorang wanita (juga laki-laki) membiarkan hingga panjang bulu kemaluannya sehingga hal demikian bisa menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan sumber bau yang tidak sedap, yang dapat menjauhkan salah seorang dari pasangan suami istri. Karena itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan bimbingan agar tidak membiarkan rambut tersebut tidak dipotong (dicukur) selama lebih dari empat puluh malam.
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Kami diberi waktu untuk (memotong) kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur rambut kemaluan dengan tidak meninggalkannya lebih dari empat puluh malam.” [HR Muslim (258), Abu Dawud (420), at-Tirmidzi (2759), an-Nasa-i (I/15) dan Ibnu Majah (295)]
Oleh karena itu disunnahkan juga untuk rutin mencabut bulu ketiak agar tidak menimbulkan bertumpuknya kotoran dan bau tidak sedap ketika berkeringat atau terkena hawa panas, sehingga bau dari ketiak juga bisa mempengaruhi keindahan hubungan suami istri.
Namun ada yang dilarang dalam membersihkan rambut di sekitar area wajah secara mutlak, yakni An-Namsh, hal ini diharamkan untuk menghilangkan bulu bagian alis (menipiskannya), baik hal ini ditujukan untuk suami atau yang lainnya, dengan izin suami atau tidak. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang menghilangkan bulu alis atau orang yang meminta dihilangkan bulu alisnya. [HR. Al-Bukhari (5948), Muslim (2125)].
Namun sangat disayangkan sekali kebiasaan An-Namsh ini sangat banyak sekali dilakukan kaum wanita hanya untuk sekadar tampil cantik dan dikagumi kecantikan wajahnya, atau untuk tampil terlihat lebih muda di hadapan masyarakat. Atau bagi pasangan pengantin baru ketika dirias saat akan didudukkan di pelaminan maka bulu alisnya akan dicukur dan diganti dengan lukisan, naudzu billahi min dzaalik. Semoga kalian semua wahai saudariku muslimah memperhatikan rambut yang ada pada diri kalian, serta pahamilah hukum-hukum tentang rambut itu.
Wallahu a’lam bish showab
Oleh : Andi Abu Najwa
Suasana bahagia bisa jadi berubah drastis menjadi suram hanya karena hal-hal kecil yang kurang diperhatikan oleh sebagian istri, rambut yang sering ditutupi hijab memang berpeluang banyak berkeringat dan menimbulkan bau yang kurang sedap, apalagi tadi setelah menjemur baju diluar dan sang istri mengenakan hijabnya pada saat menjemur pakaian terkena langsung sinar matahari, sehingga bau rambut di balik hijab yang terpanggang matahari ditambah keringat yang berlebih menjadi kombinasi yang tepat untuk peluang bau tidak sedap bermunculan...
Ketahuilah wahai saudariku muslimah! Sesungguhnya dianjurkan bagi seorang wanita untuk memperhatikan rambutnya, dengan cara menyisirnya, meminyakinya, mencucinya dan yang semisalnya agar ia tampak indah bak bunga yang mekar bersemi di hadapan suaminya. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa menyenangkan hati suami adalah tuntutan agama yang harus ditunaikan seorang istri, bagaimanapun repotnya, apapun alasannya, tidak layak bagi seorang istri berpenampilan yang tidak menyenangkan suaminya..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ia adalah wanita yang taat ketika diperintah (oleh suaminya), yang menyenangkan ketika melihatnya...” [HR. An-Nasaa-i (VI/68) dengan sanad yang shahih].
Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang para shahabatnya jika kembali dari perjalanan jauh untuk langsung menemui istrinya pada malam hari, agar sang suami tidak melihat istrinya dalam keadaan yang tidak menyenangkan (dalam keadaan belum berhias atau belum memakai wewangian), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Tundalah dahulu! Sehingga kita masuk pada waktu malam agar wanita yang rambutnya acak-acakan bisa menyisir terlebih dahulu, dan wanita yang ditinggal pergi oleh suaminya bisa mencukur bulu kemaluannya terlebih dahulu.” [HR. Al-Bukhari (579), Muslim (715)]
Asy-Sya’itsah dalam hadits di atas maksudnya adalah wanita yang rambutnya acak-acakan dan penuh debu. Maksudnya adalah agar para suami yang meninggalkan istrinya dalam jangka waktu lama agar menahan diri dulu ketika pulang kerumah, dan hendaknya suami tidak pulang dengan mendadak tanpa pemberitahuan dahulu (pulang dengan kejutan), hendaknya suami memberikan pemberitahuan kepada istri kapan hari dan waktu kepulangannya. Hal demikian penting bagi istri agar dia mempersiapkan diri untuk berhias atau mencukur rambut kemaluannya dahulu agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap di hadpan suaminya.
Ketahuilah wahai wanita mukminah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa memiliki rambut, maka muliakanlah!” [HR. Abu Dawud (4163), dengan sanad yang hasan]
Maka saudariku muslimah, perlakukanlah rambutmu dengan baik sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketahuilah hukum-hukum dalam agamamu dengan baik meski itu pada masalah rambut sekalipun. Jika engkau hendak menyisir rambutmu maka sisirlah dari bagian kanan, sebagaimana hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha :
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senang memulai dengan sebelah kanan ketika memakai sandal, menyisir, bersuci dan di dalam semua keadaannya.” [HR. Al-Bukhari (426), Muslim (268)]
Karena itu janganlah engkau membiarkan dirimu selalu dalam kehinaan dan mendapatkan kedongkolan suami, muliakanlah dirimu dengan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena engkau tidak akan menjumpai sunnah-sunnah itu melainkan sebaik-baik petunjuk yang pernah engkau temui, agar rumah tanggamu selalu dalam kondisi bahagia dan sakinah! Janganlah engkau biarkan mahkota dan perhiasanmu tampil acak-acakan di hadapan suami, karena itu akan merusak pandangannya terhadapmu dan akan timbul rasa enggan suamimu terhadapmu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat rambut seseorang acak-acakan beliau bersabda :
“Tidakkah ia mendapatkan sesuatu yang dapat merapihkan rambutnya?” [HR. Abu Dawud (4062), dan An-Nasa-i (VIII/183), dengan sanad yang shahih]
Seorang wanita juga dilarang menggunakan al-Barukah yaitu semacam rambut sambungan /wig/sanggul. Diriwayatkan dari Asma’ radhiyallahu ‘anha : “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta untuk disambungkan rambutnya.” [HR. Al-Bukhari (5936), Muslim (2122)]
Al-Waashilah adalah wanita yang menyambungkan rambut seorang wanita dengan rambut yang lainnya, dan al-Mustaushilah adalah wanita yang minta disambungkan rambutnya dengan rambut yang lainnya. Masuk dalam masalah menyambung rambut inia adalah dengan mengenakan wig, sanggul (konde – yang banyak digunakan pada tanggal 21 April kemarin oleh kebanyakan wanita awam), atau juga dengan menyambung rambut di salon kecantikan di mana rambut seseorang bisa disambungkan dengan rambut orang lain sehingga terlihat dia memiliki rambut yang panjang dan asli.
Sebagaimana dijelaskan dalam riwayat yang lain dari Asma’ radhiyallahu ‘anha, bahwasanya seorang wanita datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata, “Sesungguhnya aku telah menikahkan anakku, kemudian ia tertimpa sakit hingga rambutnya rontok, sementara suaminya menganjurkanku untuk menyambungkan rambutnya, bolehkan aku menyambungkan rambutnya?” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela wanita yang menyambungkan rambutnya dan yang meminta agar disambungkan rambutnya.” [HR. Al-Bukhari (5935), Muslim (2122)]
Termasuk dalam hal memperhatikan rambut adalah tentang sunnah-sunnah fitrah, diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Fitrah itu ada lima, khitan, istihdaad, mencukur kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.” [HR. Al-Bukhari (5891), Muslim (257)]
Al-Istihdaad maknanya adalah menghilangkan bulu yang ada di sekitar kemaluan, dan dianjurkan juga bagi wanita agar menghilangkan bulu ketiak yang ada di sekitar kemalian secara rutin karena hal deikian adalah sunnah-sunnah fitrah yang disunnahkan. Termasuk makruh bagi seorang wanita (juga laki-laki) membiarkan hingga panjang bulu kemaluannya sehingga hal demikian bisa menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan sumber bau yang tidak sedap, yang dapat menjauhkan salah seorang dari pasangan suami istri. Karena itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan bimbingan agar tidak membiarkan rambut tersebut tidak dipotong (dicukur) selama lebih dari empat puluh malam.
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Kami diberi waktu untuk (memotong) kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur rambut kemaluan dengan tidak meninggalkannya lebih dari empat puluh malam.” [HR Muslim (258), Abu Dawud (420), at-Tirmidzi (2759), an-Nasa-i (I/15) dan Ibnu Majah (295)]
Oleh karena itu disunnahkan juga untuk rutin mencabut bulu ketiak agar tidak menimbulkan bertumpuknya kotoran dan bau tidak sedap ketika berkeringat atau terkena hawa panas, sehingga bau dari ketiak juga bisa mempengaruhi keindahan hubungan suami istri.
Namun ada yang dilarang dalam membersihkan rambut di sekitar area wajah secara mutlak, yakni An-Namsh, hal ini diharamkan untuk menghilangkan bulu bagian alis (menipiskannya), baik hal ini ditujukan untuk suami atau yang lainnya, dengan izin suami atau tidak. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang menghilangkan bulu alis atau orang yang meminta dihilangkan bulu alisnya. [HR. Al-Bukhari (5948), Muslim (2125)].
Namun sangat disayangkan sekali kebiasaan An-Namsh ini sangat banyak sekali dilakukan kaum wanita hanya untuk sekadar tampil cantik dan dikagumi kecantikan wajahnya, atau untuk tampil terlihat lebih muda di hadapan masyarakat. Atau bagi pasangan pengantin baru ketika dirias saat akan didudukkan di pelaminan maka bulu alisnya akan dicukur dan diganti dengan lukisan, naudzu billahi min dzaalik. Semoga kalian semua wahai saudariku muslimah memperhatikan rambut yang ada pada diri kalian, serta pahamilah hukum-hukum tentang rambut itu.
Wallahu a’lam bish showab
Oleh : Andi Abu Najwa
dzikrulloh.
الحمدلله الّذى هدنالهذ.وماكنّالنهتدىلولاأن هد ناالله,
والصّلاة والسّلام على سيّدنامحمدبن عبدالله,وعلى اله وصحبه ومنتبع هوداه امابعد:
Dari abu hurairah ra.berkata''
Rasulullah saw.''sesungguhnya allah ta'ala mempunyai malaikat-malaikat yang berlalu-lalang di jalan untuk mencari majlis dzikir,di mana bila mereka mendapatkan sesuatu kaum yang berdzikir kepada allah 'azazz wajalla mereka memagil malaikat-malaikat yang lain degan berkata;''marilah kesini menyaksikan apa yang kamu cari'',kemudian para malaikat membentangkan sayapnya sampai ke langit dunia ,lantas tuhan bertanya kepada mereka padahal tuhan lebih mengetahui;''apa yang di ucapkan oleh hambaku ?
Malaikat itu berkata ;''mereka menyucikan-mu membesarkan-mu,memujimu dan mengagungkan-mu''.tuhan bertanya''apakah mereka penah melihat aku ..?
Para malaikat menjawab;''dimi allah,mereka belum pernah melihat engkau,tuhan bertanya;bagaimana seandeanya mereka penah melihat aku.?
Para malaikat menjawab;'se andenya mereka pernah melihat engkau pasti mereka lebih giat beribadah kepada-mu ,lebih giat mengagungkan-mu,dan lebih giat menyucikan-mu.
Tuhan bertanya apakah mereka meminta?.malaikat menjawab;mereka meminta surga kepadamu.
Tuhan bertanya;apa mereka pernah melihat surga?; Para malaikat menjawab;''dimi allah,mereka belum pernah melihatnya.
tuhan bertanya;bagaimana seandeanya mereka penah melihanya. malaikat menjawab;'se andenya mereka pernah melihatnya nis caya mereka lebih beremagat untuk mencapainya.
Mereka lebih giat memohonnya,dan mereka sagat mengharapkannya.
Tuhan bertanya;dari apakah mereka berlindung diri?, Para malaikat menjawab;
Demi allah'' mereka berlindung diri dari api neraka'' Tuhan bertanya;apakah mereka parnah melihat neraka. Para malaikat menjawab;''dimi allah,mereka belum pernah melihatnya. ;tuhan bertanya;bagaimana seandeanya mereka penah melihanya.
Para malaikat menjawab; 'se andenya mereka pernah melihatnya nis caya mereka
Lebih menjauhkan diri daripadanya dan mereka lebih takut terhadapnya.
Tuhan berfirman;''maka saksikanlah olehmu bahwa aku telah megampuni dosa-dosa mereka''ada salah satu malaikat yang berkata;''didalam majlis itu ada sifulan,bukan termasuk ahli dzikir,ia datang di situ karena ada sesuatu kepentigan.
Tuhan berfirman;'mereka semua adalah termasuk ahli dzikir,di mana tidak ada seorangpun yang duduk di situ akan mendapatkan kecelekaan /siksaan''h.r.bukari dan muslim…?..
Beruntung sekali orang-orang yang ahli dzikir..
Beruntung sekali orang-orang yang beriman,sabar dan tawakal.
Dan tidakmungkin kalau orang yg tdk beriman mendatangi majlis dzikir.
Maka selagi nafas masih berdenyut perbayaklah dzikru allah..
اقم الصّلوة لذكرى.طه:41
Artinya ;dirikan lah ,sholat untuk mengigat-ku…
Maka igatkanlah,karena engkau hanyalah seorang pegigat…
Dari abu hurairah ra;berkata rasulullahsaw. Bsbd;''barang siapa yang pada waktu pagi dan sore membaca;
سبحان الله وبحمده
Maha suci allah dan degan memuji kepada-nya…
Sebayak seratus kali maka nanti pada hari kiamat tidak ada seorangpun yg lebih utama daripadanya kecuali orang yang membaca seperti apa yg di bacanya itu atau orang yg membacanya lebih dari seratus kali;h,r.muslim.?..
Mari sodaraku kt tingkatkan dzikrulloh.
Sebelum lidah membeku perbayaklah dzikrulloh
Sebul malaikat menjabut nyawamu perbayaklah dzikrulloh
Hanya degan dzikrullah hati menjadi tenang..??
Igatlah kalimah laa ilaha ilaa allah,dimana kita berada disaat suka atau duka.
Di manapun kita sembunyi allah mengetahui keberadaan kita.
Dan igatlah saat malaikat di perintahkan mereka tidak membantah,dan malaikat tdk berdusta;dan di saat kita sakit/sehat tdk berduli kalau allah memrintahkan menjabut nyawa''kita semua.
Tdk seperti di penjara ada keringanan
Semoga allah menjaga keimanan kita semua.
Dan di saat nafas terakhir dapat menggucapkan kalimah thoyibah''allahumma amiin..
Sebelu saya mengakiri catantan saya''saya mohon maaf kalau ada kata-kata yg tdk berkenan di hati anda..
Mari kita merung sebentar mehon ampunan,dan berdo,a….
Ya tuhanku,berilah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam gologan orang-orang yg sholeh.,dan jadikan aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yg datang kemudian.,dan jadikanlah aku trmsk orang-orang yg mempusakai surga yang penuh kenikmatan.
Ya tuhanku sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampuni aku.
Ya tuhanku,anugrahkanlah kepadaku,seorang anak yg termasuk orang-orang yang sholeh.
Ya tuhanku,tunjukilah aku untuk meyukuri nikmat engkau yg telah engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yg sholih yg engkau ridhoi,berilah kebaikan kepadaku degan .memberi kebaikan,kepada cucuku.sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.
Ya tuhan kami,sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami,sesungguhnya engkau maha kuasa atas segala sesuatu.
Ya tuhanku kami, beriknlah kepada kami kebahagiaan dunia dan akhira
Serta hindarkanlah dari siksa neraka.''
Ya tuhanku,ampunilah aku,ibu bapakku,orang-orang yg masuk kerumahku degan beriman laki-laki atau perempuan.''
Amiin ya robbal alaamiin.
وباالله التّوفيق والهداية
واسّلام عليكم ور حمةالله وبركاته
والصّلاة والسّلام على سيّدنامحمدبن عبدالله,وعلى اله وصحبه ومنتبع هوداه امابعد:
Dari abu hurairah ra.berkata''
Rasulullah saw.''sesungguhnya allah ta'ala mempunyai malaikat-malaikat yang berlalu-lalang di jalan untuk mencari majlis dzikir,di mana bila mereka mendapatkan sesuatu kaum yang berdzikir kepada allah 'azazz wajalla mereka memagil malaikat-malaikat yang lain degan berkata;''marilah kesini menyaksikan apa yang kamu cari'',kemudian para malaikat membentangkan sayapnya sampai ke langit dunia ,lantas tuhan bertanya kepada mereka padahal tuhan lebih mengetahui;''apa yang di ucapkan oleh hambaku ?
Malaikat itu berkata ;''mereka menyucikan-mu membesarkan-mu,memujimu dan mengagungkan-mu''.tuhan bertanya''apakah mereka penah melihat aku ..?
Para malaikat menjawab;''dimi allah,mereka belum pernah melihat engkau,tuhan bertanya;bagaimana seandeanya mereka penah melihat aku
Para malaikat menjawab;'se andenya mereka pernah melihat engkau pasti mereka lebih giat beribadah kepada-mu ,lebih giat mengagungkan-mu,dan lebih giat menyucikan-mu.
Tuhan bertanya apakah mereka meminta?.malaikat menjawab;mereka meminta surga kepadamu.
Tuhan bertanya;apa mereka pernah melihat surga?; Para malaikat menjawab;''dimi allah,mereka belum pernah melihatnya.
tuhan bertanya;bagaimana seandeanya mereka penah melihanya. malaikat menjawab;'se andenya mereka pernah melihatnya nis caya mereka lebih beremagat untuk mencapainya.
Mereka lebih giat memohonnya,dan mereka sagat mengharapkannya.
Tuhan bertanya;dari apakah mereka berlindung diri?, Para malaikat menjawab;
Demi allah'' mereka berlindung diri dari api neraka'' Tuhan bertanya;apakah mereka parnah melihat neraka. Para malaikat menjawab;''dimi allah,mereka belum pernah melihatnya. ;tuhan bertanya;bagaimana seandeanya mereka penah melihanya.
Para malaikat menjawab; 'se andenya mereka pernah melihatnya nis caya mereka
Lebih menjauhkan diri daripadanya dan mereka lebih takut terhadapnya.
Tuhan berfirman;''maka saksikanlah olehmu bahwa aku telah megampuni dosa-dosa mereka''ada salah satu malaikat yang berkata;''didalam majlis itu ada sifulan,bukan termasuk ahli dzikir,ia datang di situ karena ada sesuatu kepentigan.
Tuhan berfirman;'mereka semua adalah termasuk ahli dzikir,di mana tidak ada seorangpun yang duduk di situ akan mendapatkan kecelekaan /siksaan''h.r.bukari dan muslim…?..
Beruntung sekali orang-orang yang ahli dzikir..
Beruntung sekali orang-orang yang beriman,sabar dan tawakal.
Dan tidakmungkin kalau orang yg tdk beriman mendatangi majlis dzikir.
Maka selagi nafas masih berdenyut perbayaklah dzikru allah..
اقم الصّلوة لذكرى.طه:41
Artinya ;dirikan lah ,sholat untuk mengigat-ku…
Maka igatkanlah,karena engkau hanyalah seorang pegigat…
Dari abu hurairah ra;berkata rasulullahsaw. Bsbd;''barang siapa yang pada waktu pagi dan sore membaca;
سبحان الله وبحمده
Maha suci allah dan degan memuji kepada-nya…
Sebayak seratus kali maka nanti pada hari kiamat tidak ada seorangpun yg lebih utama daripadanya kecuali orang yang membaca seperti apa yg di bacanya itu atau orang yg membacanya lebih dari seratus kali;h,r.muslim.?..
Mari sodaraku kt tingkatkan dzikrulloh.
Sebelum lidah membeku perbayaklah dzikrulloh
Sebul malaikat menjabut nyawamu perbayaklah dzikrulloh
Hanya degan dzikrullah hati menjadi tenang..??
Igatlah kalimah laa ilaha ilaa allah,dimana kita berada disaat suka atau duka.
Di manapun kita sembunyi allah mengetahui keberadaan kita.
Dan igatlah saat malaikat di perintahkan mereka tidak membantah,dan malaikat tdk berdusta;dan di saat kita sakit/sehat tdk berduli kalau allah memrintahkan menjabut nyawa''kita semua.
Tdk seperti di penjara ada keringanan
Semoga allah menjaga keimanan kita semua.
Dan di saat nafas terakhir dapat menggucapkan kalimah thoyibah''allahumma amiin..
Sebelu saya mengakiri catantan saya''saya mohon maaf kalau ada kata-kata yg tdk berkenan di hati anda..
Mari kita merung sebentar mehon ampunan,dan berdo,a….
Ya tuhanku,berilah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam gologan orang-orang yg sholeh.,dan jadikan aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yg datang kemudian.,dan jadikanlah aku trmsk orang-orang yg mempusakai surga yang penuh kenikmatan.
Ya tuhanku sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampuni aku.
Ya tuhanku,anugrahkanlah kepadaku,seorang anak yg termasuk orang-orang yang sholeh.
Ya tuhanku,tunjukilah aku untuk meyukuri nikmat engkau yg telah engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yg sholih yg engkau ridhoi,berilah kebaikan kepadaku degan .memberi kebaikan,kepada cucuku.sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.
Ya tuhan kami,sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami,sesungguhnya engkau maha kuasa atas segala sesuatu.
Ya tuhanku kami, beriknlah kepada kami kebahagiaan dunia dan akhira
Serta hindarkanlah dari siksa neraka.''
Ya tuhanku,ampunilah aku,ibu bapakku,orang-orang yg masuk kerumahku degan beriman laki-laki atau perempuan.''
Amiin ya robbal alaamiin.
وباالله التّوفيق والهداية
واسّلام عليكم ور حمةالله وبركاته
Karena sayang dan cintanya
Kekasih tercinta
Akalmu sangat cerdas nya
Suaramu lembut nan mesra
Tutur katamu begitu indahnya
Hatimu penuh cinta
Cintailah yang pantas dicinta
Kau memiliki pesona
Pesona yang sangat menggoda
Ingatlah selalu waspada
Janganlah pamer berbangga
Janganlah lengah terlena
Janganlah senang tebar pesona
Tidak semua insan baik sifatnya
Ingatlah suatu saat pasti ada akibatnya
Sesungguhnya
Dia tidak membencinya
Hanya mengingatkan saja
Agar kau selamat bahagia
Karena sayang dan cintanya...
Akalmu sangat cerdas nya
Suaramu lembut nan mesra
Tutur katamu begitu indahnya
Hatimu penuh cinta
Cintailah yang pantas dicinta
Kau memiliki pesona
Pesona yang sangat menggoda
Ingatlah selalu waspada
Janganlah pamer berbangga
Janganlah lengah terlena
Janganlah senang tebar pesona
Tidak semua insan baik sifatnya
Ingatlah suatu saat pasti ada akibatnya
Sesungguhnya
Dia tidak membencinya
Hanya mengingatkan saja
Agar kau selamat bahagia
Karena sayang dan cintanya...
Langganan:
Postingan (Atom)
